News

Jaga Harga dan Perluas Pasar, Dinas Perdagangan Kota Tasikmalaya Dorong Produk Lokal Naik Kelas

236
×

Jaga Harga dan Perluas Pasar, Dinas Perdagangan Kota Tasikmalaya Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Hikmatullah, S.E

TASIKTV | Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya memperkuat pengawasan harga bahan pokok sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya menerjemahkan kebijakan perdagangan pemerintah pusat ke tingkat daerah. Fokusnya mencakup pengendalian inflasi, menjaga pasokan barang kebutuhan pokok, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Sekretaris Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Hikmatullah, mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin dan berbasis data. Sejumlah komoditas strategis menjadi perhatian, mulai dari cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan putih, daging ayam, daging sapi, beras, minyak goreng, gula, ikan hingga sayuran.

“Data harga kami kirim ke Dinas Kominfo agar dapat diakses masyarakat. Data juga disampaikan ke pemerintah provinsi melalui aplikasi SILINDA dan Kementerian Perdagangan melalui SP2KP,” kata Hikmatullah saat ditemui di ruang kerjanya, 30 September 2026.

Menurut dia, pemantauan harga menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam mengantisipasi gejolak harga. Dinas KUMKM Perindag juga berkoordinasi dengan Bulog, distributor dan daerah pemasok untuk menjaga kelancaran rantai pasok.

Jika terjadi lonjakan harga akibat gangguan pasokan, cuaca ekstrem maupun faktor perdagangan global, pemerintah daerah menyiapkan Operasi Pasar Murah (OPM).

“Apabila terjadi lonjakan harga secara mendadak, kami menyiapkan program Operasi Pasar Murah,” ujar Hikmatullah.

Pedagang Pasar Didorong Masuk Ekosistem Digital

Di sisi lain, perubahan pola perdagangan turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Perdagangan digital dinilai membuka peluang bagi pedagang pasar tradisional untuk memperluas jangkauan konsumen.

Namun, kata Hikmatullah, peluang tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan karena masih terbatasnya kemampuan pedagang dalam pemasaran digital.

“Digital marketing sebenarnya sangat membantu meningkatkan omzet penjualan. Namun, belum banyak sumber daya manusia pedagang yang menguasainya,” katanya.

Karena itu, Dinas KUMKM Perindag memfasilitasi pelatihan digital marketing yang secara khusus menyasar pedagang pasar tradisional.

Langkah tersebut diharapkan membuat pedagang tidak hanya bergantung pada transaksi konvensional di pasar, tetapi juga mampu memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Produk Unggulan Dibidik Tembus Pasar Ekspor

Penguatan perdagangan juga diarahkan untuk memperluas pasar produk usaha lokal. Dinas KUMKM Perindag mendorong pelaku UMKM Kota Tasikmalaya agar tidak berhenti pada pasar lokal dan nasional, tetapi mulai membidik pasar ekspor.

Upaya itu dilakukan melalui pameran, kerja sama dengan sejumlah mitra seperti Kadin dan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), serta mendatangkan calon pembeli dari luar negeri.

Dinas juga membangun koordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perdagangan.

Menurut Hikmatullah, tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha adalah pembinaan, terutama terkait kepatuhan terhadap standar dan regulasi serta kemampuan membangun kerja sama antar-pelaku usaha.

“Masih diperlukan pembinaan dalam hal kepatuhan dan kebersamaan,” ujarnya.

Hikmatullah berharap sembilan produk unggulan Kota Tasikmalaya dapat menjadi identitas ekonomi daerah sekaligus menembus pasar nasional dan internasional.

“Kami berharap sembilan produk unggulan Kota Tasikmalaya bisa menjadi ikon kuat dan menembus pasar nasional maupun internasional,” kata dia.

Menurut dia, penguatan sektor perdagangan dan industri tersebut sejalan dengan visi Kota Tasikmalaya sebagai daerah industri, perdagangan dan jasa termaju di Priangan Timur. Pencapaian target itu, kata Hikmatullah, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui kolaborasi pentahelix. (Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *