TASIKTV | Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong peningkatan produksi ikan melalui pengembangan budidaya berbasis wilayah. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memasok kebutuhan protein hewani masyarakat, termasuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Djamaludin Agustian, mengatakan pemerintah daerah bersinergi dengan penyuluh perikanan untuk mengakses program tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Menurut Djamaludin, pemerintah kota memfasilitasi kelurahan dan desa dalam pengajuan proposal program budidaya ikan. Program yang semula menggunakan sistem bioflok itu kini diarahkan menggunakan sistem resirkulasi atau Recirculating Aquaculture System (RAS).
“Program ini nantinya dikelola kelompok pembudidaya ikan atau Pokdakan yang ditunjuk kelurahan sebagai penanggung jawab. Harapannya, produksi ikan di setiap wilayah meningkat dan ikut menopang program ketahanan pangan,” kata Djamaludin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pengembangan budidaya ikan tersebut juga disiapkan untuk berjalan beriringan dengan program koperasi desa. Pemerintah berharap peningkatan produksi di tingkat wilayah dapat memperpendek rantai pasok sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein ikan.
Dorong Produksi Lokal untuk MBG
Djamaludin mengatakan penguatan produksi pangan lokal juga berkaitan dengan upaya pemerintah menekan angka stunting. DKP3 Kota Tasikmalaya menjalankan program Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan atau Pelak yang menjadi salah satu program pemerintah kota.
Melalui program itu, setiap bidang di DKP3 melakukan sosialisasi, pelatihan, pembinaan, dan pendampingan terhadap kelompok pembudidaya ikan, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani.
“Kelompok-kelompok tersebut kami dorong agar lebih produktif sehingga hasil pertanian, perikanan, dan peternakan meningkat. Produksinya diharapkan dapat dinikmati pelaku usaha sekaligus masyarakat,” ujar Djamaludin.
Hasil produksi, kata dia, juga berpeluang diserap oleh dapur MBG di masing-masing wilayah. Pasokan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi sekaligus mendukung pemenuhan protein bagi ibu hamil dan anak yang mengalami stunting.
Digitalisasi Mulai Diterapkan
Modernisasi menjadi bagian lain dari pengembangan sektor perikanan. Djamaludin mengatakan penggunaan teknologi digital mulai diterima oleh pembudidaya ikan karena dapat membantu berbagai tahapan produksi.
Teknologi tersebut dapat digunakan sejak persiapan produksi, pemeliharaan, hingga pemanenan dan pemasaran. Digitalisasi juga dinilai memudahkan pelaku usaha dalam melakukan transaksi penjualan hasil budidaya.
“Penggunaan teknologi digital sangat membantu petani, pembudidaya, dan peternak. Prosesnya bisa dimulai dari persiapan produksi sampai transaksi penjualan produk,” katanya.
Di tengah perubahan iklim dan keterbatasan air pada musim kemarau, DKP3 juga mendorong penerapan teknologi budidaya yang lebih hemat air.
Djamaludin menyebut sistem bioflok dan RAS dapat menjadi pilihan bagi pembudidaya. Kedua metode itu memungkinkan penggunaan air lebih efisien dibandingkan sistem budidaya konvensional.
“Pada musim kering, sistem ini tidak membutuhkan pergantian air dalam jumlah besar. Air cukup disiapkan pada awal produksi dan penambahannya relatif sedikit, sementara kepadatan ikan dapat ditingkatkan,” ujar dia.
Fokus Nila, Lele, dan Gurame
Dalam waktu dekat, DKP3 Kota Tasikmalaya menargetkan peningkatan produktivitas, baik pada sektor pembenihan maupun pembesaran ikan. Komoditas yang menjadi perhatian utama ialah nila, lele, dan gurame yang banyak dibudidayakan di Kota Tasikmalaya.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan indukan kepada Pokdakan. Indukan tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan hasil produksinya disalurkan kepada pembudidaya lain di wilayah Kota Tasikmalaya.
“Target kami meningkatkan produktivitas perikanan, terutama ikan nila, lele, dan gurame. Kebutuhan ikan sehat di Kota Tasikmalaya diharapkan dapat terpenuhi, baik untuk pasar harian maupun kebutuhan dapur MBG,” kata Djamaludin.
Peningkatan produksi itu diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan pangan lokal. Konsumsi protein hewani dari ikan juga ditargetkan meningkat sehingga Angka Konsumsi Ikan (AKI) masyarakat Kota Tasikmalaya ikut terdorong. (Ryan)











