TASIK.TV — Demode Artist Management menggelar Workshop Batik dan Pesona Batik Nusantara 2026 di Mayasari Plaza, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (5-6 September 2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus apresiasi bagi anak-anak dan generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang fesyen, kebudayaan, seni pertunjukan, serta batik.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya dan perwakilan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan dunia entertainment dan industri kreatif yang dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan di daerah.
Rangkaian pembukaan berlangsung meriah dengan parade model yang menampilkan kreasi busana batik karya Demode Artist Management.
Selain parade busana, kegiatan juga dimeriahkan sejumlah penampilan talent yang membawakan tarian tradisional.
Tiga Talent Raih Apresiasi Icon Batik Nusantara 2026
Dalam kegiatan tersebut, Demode Artist Management juga memberikan apresiasi Penghargaan Icon Batik Nusantara 2026 kepada tiga siswa dan siswi berprestasi, yakni Salwa Azia Althafunisa, Adinda Aurora Laurin, dan Akmal Paqih.
Ketiganya dinilai memiliki rekam prestasi dalam berbagai ajang kebudayaan, baik di tingkat lokal, provinsi maupun nasional.
Salwa Azia Althafunisa, misalnya, meraih predikat Nyai Kategori A 2026 dalam Pasanggiri Ujang Nyai 2026 di Kabupaten Ciamis.
Sementara itu, Adinda Aurora Laurin didaulat sebagai Puteri Kebaya 2025. Adapun Akmal Paqih berhasil meraih Juara 1 Carnaval SCTV dengan mengusung tema batik.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta muda yang dinilai turut berkontribusi dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui prestasi dan kreativitas mereka.

Enam Gelar Utama Pesona Batik Nusantara 2026
Tidak hanya memberikan apresiasi kepada para talent berprestasi, ajang Pemilihan Pesona Batik Nusantara 2026 juga melahirkan sejumlah pemenang dari berbagai daerah.
Gelar Puteri Batik 2026 diraih Salsabila Putri Azela dari Ciamis.
Kemudian, Super Model Batik 2026 diraih Hasya Azalia dari Kota Tasikmalaya, sedangkan gelar Maskot of Batik 2026 diraih Rima Maryani dari Garut.
Gelar Brand Ambassador Batik 2026 diraih oleh Qafisha Zalika TN dari Ciamis.
Sementara itu, Duta Batik 2026 diraih Dena Nur A dari Garut dan Queen of Batik 2026 diraih Nabila Anastasya dari Garut.
Selain gelar utama, sejumlah peserta juga mendapatkan penghargaan favorit dari dewan juri. Mereka adalah Tiara, Syafira, Keyla, Fayolla, Olla, Alivia, Wanita Ratu, Nerisa, dan Kirana.
Got Talent 2026
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Got Talent Competition 2026 yang terbagi dalam kategori anak-anak dan remaja.
Pada kategori anak-anak, Badrakayang meraih Juara 1 melalui penampilan tari kreasi. Juara 2 diraih Bayulis dengan tari kreasi, sedangkan Naqiyya meraih Juara 3 melalui penampilan jaipongan.
Untuk kategori remaja, Juara 1 diraih Senpres Patas dengan tari kreasi. Juara 2 diraih Dewa Motekar, juga melalui tari kreasi, sementara Marsya meraih Juara 3 dengan penampilan jaipongan.
Batik Dikemas dalam Busana
Pimpinan Demode Artist Management, Denny Suarghany, mengatakan Workshop Batik dan Pesona Batik Nusantara merupakan agenda tahunan yang digelar sebagai bentuk pembinaan dan edukasi kepada masyarakat.
Menurut Deni, batik memiliki keindahan yang dapat dikembangkan melalui berbagai kreativitas, salah satunya dengan mengemas batik ke dalam konsep busana.
“Tujuan kegiatan ini memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat bahwa batik itu sangat indah ketika dikonsep ke dalam tatanan busana,” ujar Deni.
Ia bersyukur pelaksanaan kegiatan tahun ini mendapat respons positif. Ratusan peserta dari berbagai wilayah, khususnya Jawa Barat, ikut ambil bagian dalam kompetisi busana batik maupun Got Talent.
Deni berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan dan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan generasi muda terhadap batik serta kebudayaan Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap batik,” pungkasnya.











