News

Kebun Warga di Tanjungkerta Hangus Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta

90
×

Kebun Warga di Tanjungkerta Hangus Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Kebun warga di Kampung Bojongbenteng, RT 002 RW 005, Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya hangus terbakar.

TASIKTV | Kebiasaan membakar rumput dan sisa kayu saat membersihkan lahan kembali memicu kebakaran di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, api merembet hingga menghanguskan tanaman perkebunan milik warga di Kampung Bojongbenteng, RT 002 RW 005, Desa Tanjungkerta.

Kebakaran yang terjadi sekitar dua hari yang lalu itu sempat membuat warga sekitar panik. Cuaca kering dan tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke sejumlah area kebun produktif di sekitarnya.

Seorang warga, Umun, mengatakan api pertama kali terlihat dari salah satu titik lahan yang dipenuhi pepohonan. Warga menduga kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran rumput atau sisa kayu yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Api langsung membesar dan merembet ke kebun sebelah. Pemilik kebun tidak tahu apa-apa, tiba-tiba tanamannya sudah ikut hangus,” ujar Umun pada 6 November 2026.

Menurut sejumlah warga, kejadian serupa kerap berulang setiap musim kemarau. Namun, hingga kini belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pembakaran tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, tanaman perkebunan yang terbakar diperkirakan menimbulkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.

Warga mengingatkan agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin bertiup kencang. Selain berpotensi merusak lingkungan, api yang tidak terkendali dapat mengancam kebun dan harta benda milik orang lain.

Pembakaran lahan secara sengaja juga dapat berujung pada konsekuensi hukum. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur larangan pembukaan lahan dengan cara membakar serta ancaman pidana bagi pelanggarnya.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi, terutama selama musim kemarau. (Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *