News

Budidaya Kelinci Jadi Alternatif Usaha Produktif Warga Kota Tasikmalaya

96
×

Budidaya Kelinci Jadi Alternatif Usaha Produktif Warga Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

TASIKTV | Pemerintah Kota Tasikmalaya mengembangkan budidaya kelinci pedaging sebagai salah satu alternatif usaha produktif untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Program ini tidak hanya mengandalkan bantuan bibit dan pakan, tetapi juga menggandeng mitra pemasaran agar hasil peternakan memiliki akses pasar yang jelas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, mengatakan pengembangan budidaya kelinci merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota Tasikmalaya, yakni PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan).

“Program ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi usaha produktif sesuai potensi wilayah, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta penguatan kegiatan ekonomi lokal,” kata Ely kepada awak media, Selasa, 27 Oktober 2026.

Melalui DKP3, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp100 juta dari APBD Kota Tasikmalaya untuk mendukung pengembangan usaha tersebut. Program ini menyasar tiga kelompok penerima manfaat, yakni Kelompok Kidang Jaya di Kelurahan Cibunigeulis dan Kelompok Tani Sari II di Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, serta Kelompok Padasuka di Kelurahan Sukamajukaler, Kecamatan Indihiang.

Setiap kelompok menerima bantuan berupa 25 ekor bibit kelinci, 450 kilogram pakan, dan satu paket kandang. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok untuk menjalankan dan mengembangkan usaha peternakan kelinci pedaging.

Menurut Ely, budidaya kelinci memiliki prospek ekonomi karena didukung peluang pemasaran. Karena itu, pemerintah tidak berhenti pada penyaluran sarana produksi, tetapi juga mendorong pengembangan usaha yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Untuk memperkuat keberlanjutan usaha, ketiga kelompok penerima manfaat bermitra dengan RDC Farm. Mitra tersebut membantu pemasaran kelinci pedaging sekaligus memberikan pembinaan selama proses budidaya berlangsung.

Hasil peternakan melalui kemitraan itu terutama dipasarkan ke wilayah Jawa Tengah dan Bekasi. Akses pasar tersebut diharapkan membantu kelompok mengembangkan produksi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

DKP3 Kota Tasikmalaya juga memberikan pendampingan teknis, mulai dari pemeliharaan kelinci hingga pengelolaan usaha. Pendampingan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan kelompok agar dapat menjalankan peternakan secara lebih terarah dan produktif.

Ely berharap pengembangan budidaya kelinci dapat menjadi contoh penerapan program PELAK dalam mendorong ekonomi berbasis kewilayahan. Kelompok masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi mampu mengelola usaha, meningkatkan produksi, memperluas kemitraan, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain berpotensi menjadi sumber pendapatan, daging kelinci juga dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan relatif rendah lemak. Karakteristik tersebut dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam pengembangan pasar kelinci pedaging, seiring dengan upaya memperkuat usaha peternakan lokal di Kota Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *